Senin, 13 Juli 2009

Peluang Usaha Menanam Sengon

Sengon atau albasia atau albiso adalah jenis kayu yang paling cepat pertumbuhannya sehingga di usia 5 tahun saja sudah bisa dipanen. harga kayu sengon tetap stabil bahkan terus meningkat dari waktu ke waktu bahkan Menteri kehutanan MS ka'ban memprediksi dalam waktu lima tahun ke depan harga kayu sengon bakal meroket menjadi 1 juta rupiah per m2.


Sengon
Sengon
Tanaman sengon dapat tumbuh pada sebaran kondisi iklim yang sangat luas, dengan demikian dapat tumbuh dengan baik hampir di sembarang tempat. Beberapa keunggulan lain tanaman sengon antara lain:
  • Pertumbuhannya sangat cepat sehingga masa layak tebang dalam umur yang relatif pendek.
  • Karena memiliki perakaran yang dalam, sehingga dapat menarik hara yang berada pada kedalaman tanah ke permukaan.
  • Mudah bertunas kembali apabila ditebang, bahkan apabila terbakar.
  • Biji atau bagian vegetatif untuk pembiakannya mudah diperoleh dan disimpan.

Berdasarkan pada beberapa keistimewaan itulah tanaman albasia dijadikan tanaman penghijauan hampir di semua wilayah. Lebih penting lagi, tanaman albasia memiliki nilai ekonomis tinggi.
A. PROSPEK PASAR

Kayu albasia memiliki prospek pasar yang cukup tinggi. Permintaannya bukan hanya di dalam negeri, namun juga datang dari mancanegara. Kayu ini dipergunakan antara lain untuk bahan bangunan, peralatan rumah tangga, sampai pada bahan baku kertas dan kayu lapis.

Kayu albasia setelah mengalami proses pengeringan dan perlakuan lainnya dapat dibuat peralatan rumah tangga yang memiliki keawetan cukup lama. Dengan penggunaan yang multidimensi tersebut permintaan akan terus meningkat seiring dengan semakin meningkatnya pertumbuhan penduduk
Harga kayu albasia relatif lebih murah dibandingkan dengan kayu lain seperti kayu jati atau kayu mahoni, yaitu sekitar Rp.250.000 – Rp.350.000 per m3, namun karena dalam tempo lima tahun tanam sudah dapat ditebang, maka perputaran investasi pada tanaman albasia relatif lebih cepat apabila dibandingkan dengan investasi pada tanaman kayu jati dan sejenisnya.

B. DUKUNGAN SUMBER DAYA LOKAL

Albasia termasuk tanaman pioner yang dapat tumbuh di lahan marginal, sehingga sering digunakan sebagai tanaman penghijauan. Maka dari itu hampir di seluruh wilayah Tasikmalaya tumbuh dengan baik albasia. Tanaman albasia menyebar di wilayah Tasikmalaya Selatan dan Utara. Kecamatan Salopa, Cikatomas, Pancatengah, karangnunggal, Cipatujah merupakan sentra produksi kayu albasia. Begitu pula di bagian utara, seperti Ciawi dan Pagerageung.

Di samping dukungan sumber daya alam, kebijakan pemerintah dalam usaha penghijauan melalui penyediaan bibit serta distribusi sampai ke lokasi penanaman merupakan iklim yang kondusif untuk pengembangan albasia. Hal lain yang tak kalah pentingnya adalah keterampilan dan pengetahuan petani pada umumnya dalam budidaya albasia telah cukup memadai.

C. PELUANG DAN KELAYAKAN INVESTASI

Peluang investasi pada komoditas albasia ini dapat dilakukan pada penanaman albasia atau pada pengolahan kayu. Pengolahan kayu yang ada sekarang ini masih mengalami kesulitan dalam menjaga kesinambungan bahan baku. Dengan demikian peluang investasi tertinggi terdapat pada penanaman kayu albasia.

Analisis Usahatani Albasia Luas Lahan 1 Ha

Biaya

Jumlah (Rp)

Tahun I
1. Sewa lahan 1 Ha 6 tahun @Rp.500.000
2. Bibit 2000 batang @Rp.250
3. Pembuatan lubang 30 HKP @Rp.7.000
4. Pupuk kandang 4 kg/pohon x 200 pohon x Rp.100
5. Pestisida 5 liter @Rp.20.000
6. Peralatan cangkul 5 buah @Rp.20.000
7. Gergaji rantai mesin (chain saw) 1 unit
8. Parang 10 buah @Rp.10.000
9. Pemeliharaan

3.000.000
500.000
210.000
800.000
100.000
100.000
2.000.000
100.000
98.000
Tahun II
1. Urea 107 kg @Rp.1.300
2. Pemeliharaan 2 kali setahuna x 7 HKP x Rp.7.000
3. Penjarangan I 10 HKP x 7.000

139.100
98.000
70.000
Tahun III
1. Pemeliharaan 2 kali setahun x 10 HKP x Rp.7.000

140.000
Tahun IV
1. Urea 64 kg @Rp.1.300
2. Pemeliharaan 2 kali setahun x 10 HKP x Rp.7.000
3. Penjarangan II 15 HKP x Rp.7.000

83.200
140.000
105.000
Tahun V
1. Pemeliharaan 2 kali setahun x 10 HKP x Rp.7.000

140.000
Tahun VI
1. Pemeliharaan 2 kali setahun x 10 HKP x Rp.7.000
2. Penanaman 40 HKP x Rp.7.000

140.000
280.000
Total
8.243.300
Pendapatan
1. Penjarangan I (±30%) 600 pohon @0,05 m3 x Rp.8.000
2. Penjarangan II (±30%) 400 pohon @0,5 m3 x Rp. 8.000
3. Penanaman 600 pohon @0,88 m3 x Rp.70.000

240.000
1.600.000
36.460.000
Total
38.800.000

CashFlow Usahatani Albasia Luas Lahan 1 Ha

Uraian

Tahun Produksi

0

I

II

III

IV

V

VI

Total

I. Biaya Investasi
a. Bibit
b. Alat pertanian
c. Persiapan lahan
d. Pupuk kandang
e. Pestisida

500.000
2.200.000
210.000
800.000
100.000

500.000
2.200.000
210.000
800.000
100.000
Total I
3.810.000
3.810.000
II. Biaya Operasional
a. Sewa lahan
b. Pupuk buatan
c. Pemeliharaan
d. Penjarangan
e. Tebang (Panen)


500.000

98.000


500.000
139.100
98.000
70.000


500.000
-
140.000


500.000
83.200
140.000
105.000


500.000
-
140.000
-


500.000
-
140.000
-


3.000.000
222.300
756.000
175.000
280.000
Total II
598.000
807.000
640.000
828.200 640.000 920.000
4.433.300
III. Total I + Total II
3.810.000
598.000
807.000
640.000
828.200 640.000 920.000
8.243.300

3 komentar:

  1. Salam kenal Kang, abdi urang Cibanten. Tetangga dekat githu loh

    BalasHapus
  2. kok sepertinya agk krg rasional y? perawatan 1 tahun kok cuma dibawah 100rb..

    BalasHapus
  3. Peluang usaha yang bagus nih. Usaha menanam sengon untuk keperluan industri. Masih terbuka lebar karena kebutuhan kayu masih tinggi.

    BalasHapus

Ayo ikikan komentarmu disini, blog ini DoFollow kok!