| Lada (piper negrun) merupakan jenis rempah-rempah yang mempunyai permintaan cukup tinggi. Digunakan dalam skala besar pada industri jamu. Sementara permintaan pasar Eropa pun tidak kalah kuatnya. Besarnya potensi lada ini dapat diilustrasikan dalam harga yang mencapai di atas Rp. 100.000 per Kg. Sebetulnya tanaman lada belum begitu memasyarakat secara luas, namun demikian secara agroklimat tanaman ini sangat cocok dikembangkan di Kabupaten Tasikmalaya. Jenis lada yang dianjurkan dikembangkan adalah jenis perdu yang relatif lebih mudah pemeliharaan dan penanganan pada saat panen.Pengembangan tanaman lada di samping memiliki tujuan untuk meningkatkan pendapatan petani, juga memiliki keuntungan lainnya:
A. PROSPEK PASAR Permintaan lada selain dari industri jamu dan pasar ekspor, permintaan lada juga cukup banyak dari hotel dan restoran sebagai bumbu masak atau pelengkap dalam sajian hidangan. Dengan demikian pengembangan lada ini juga dapat bermuara pada industri pariwisata melalui usaha hotel dan restoran. Tidak dapat dipungkiri bahwa harga lada mengalami fluktuasi yang cukup tajam. Harga lada kadang-kadang mencapai harga di atas Rp.100.000, namun demikian harga terendah yang terjadi belum sampai di bawah Rp.25.000. Untuk ukuran petani yang mengelola lahan kering penawaran harga tersebut merupakan insentif yang menarik. Bandingkan misalnya dengan harga ubi kayu yang sama-sama ditanam di lahan kering yang hanya mencapai harga Rp.200 – Rp.300 per Kg. Pemasaran lada dalam kapasitas kecil masih dapat diserap oleh pasar regional, namun pemasaran dalam jumlah besar serta diarahkan untuk ekspor biasanya melalui Asosiasi Pemasaran Lada. B. DUKUNGAN SUMBER DAYA LOKAL Beberapa tempat yang sudah memulai pengembangan Tasikmalaya lada antara lain Kecamatan Salopa, Manonjaya, Cineam, Cikatomas, Bantarkalong, Salawu, Cisayong, dan Cipatujah. Sampai tahun 1999 luas tanam di Tasikmalaya diperkirakan mencapai 46 hektar dengan produksi rata-rata 19,78 ton per tahun. C. PELUANG DAN KELAYAKAN INVESTASI Secara ekonomis usahatani lada cukup menjanjikan. Sebagai gambaran, berdasarkan perhitungan dari usaha selama 10 tahun ternyata investasi yang ditanamkan pada usahatani lada untuk luas lahan 5 hektar, mampu dikembalikan setelah usaha tersebut berjalan selama 2 tahun 6 bulan. Artinya setelah tahun ketiga dan seterusnya pengusaha tinggal memperoleh keuntungan dari usahanya. Berdasarkan perhitungan analisis pembiayaan, maka biaya produksi yang harus dikeluarkan untuk luas pengusahaan 5 hektar menggunakan pola monokultur adalah sebesar Rp.565.668.00 atau sebesar Rp.113.133.600 per hektar. Struktur Biaya terdiri atas:
|
Senin, 20 Juli 2009
Peluang Bisnis Menanam Lada
Senin, 13 Juli 2009
Peluang Usaha Menanam Sengon
Sengon atau albasia atau albiso adalah jenis kayu yang paling cepat pertumbuhannya sehingga di usia 5 tahun saja sudah bisa dipanen. harga kayu sengon tetap stabil bahkan terus meningkat dari waktu ke waktu bahkan Menteri kehutanan MS ka'ban memprediksi dalam waktu lima tahun ke depan harga kayu sengon bakal meroket menjadi 1 juta rupiah per m2.
![]() Sengon
Berdasarkan pada beberapa keistimewaan itulah tanaman albasia dijadikan tanaman penghijauan hampir di semua wilayah. Lebih penting lagi, tanaman albasia memiliki nilai ekonomis tinggi. A. PROSPEK PASAR Kayu albasia memiliki prospek pasar yang cukup tinggi. Permintaannya bukan hanya di dalam negeri, namun juga datang dari mancanegara. Kayu ini dipergunakan antara lain untuk bahan bangunan, peralatan rumah tangga, sampai pada bahan baku kertas dan kayu lapis. Kayu albasia setelah mengalami proses pengeringan dan perlakuan lainnya dapat dibuat peralatan rumah tangga yang memiliki keawetan cukup lama. Dengan penggunaan yang multidimensi tersebut permintaan akan terus meningkat seiring dengan semakin meningkatnya pertumbuhan penduduk Harga kayu albasia relatif lebih murah dibandingkan dengan kayu lain seperti kayu jati atau kayu mahoni, yaitu sekitar Rp.250.000 – Rp.350.000 per m3, namun karena dalam tempo lima tahun tanam sudah dapat ditebang, maka perputaran investasi pada tanaman albasia relatif lebih cepat apabila dibandingkan dengan investasi pada tanaman kayu jati dan sejenisnya. B. DUKUNGAN SUMBER DAYA LOKAL Albasia termasuk tanaman pioner yang dapat tumbuh di lahan marginal, sehingga sering digunakan sebagai tanaman penghijauan. Maka dari itu hampir di seluruh wilayah Tasikmalaya tumbuh dengan baik albasia. Tanaman albasia menyebar di wilayah Tasikmalaya Selatan dan Utara. Kecamatan Salopa, Cikatomas, Pancatengah, karangnunggal, Cipatujah merupakan sentra produksi kayu albasia. Begitu pula di bagian utara, seperti Ciawi dan Pagerageung. Di samping dukungan sumber daya alam, kebijakan pemerintah dalam usaha penghijauan melalui penyediaan bibit serta distribusi sampai ke lokasi penanaman merupakan iklim yang kondusif untuk pengembangan albasia. Hal lain yang tak kalah pentingnya adalah keterampilan dan pengetahuan petani pada umumnya dalam budidaya albasia telah cukup memadai. C. PELUANG DAN KELAYAKAN INVESTASI Peluang investasi pada komoditas albasia ini dapat dilakukan pada penanaman albasia atau pada pengolahan kayu. Pengolahan kayu yang ada sekarang ini masih mengalami kesulitan dalam menjaga kesinambungan bahan baku. Dengan demikian peluang investasi tertinggi terdapat pada penanaman kayu albasia. Analisis Usahatani Albasia Luas Lahan 1 Ha
CashFlow Usahatani Albasia Luas Lahan 1 Ha
| |||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
Jumat, 10 Juli 2009
Desa Cimindi
Desa Cimindi adalah salah satu desa di Kecamatan cigugur yang terdapat di Kabupaten Ciamis. Desa Cimindi berbatasan langsung dengan desa Cigugur dan desa Bunisari di sebelah barat, di sebelah utara berbatasan dengan desa Jadi Mulya, Disebelah Selatan berbatasan dengan desa Cibanten dan sebelah timur berbatasan dengan Desa Parakan Manggu.
Desa Cimindi terdiri dari delapan dusun, yaitu Dusun Cibiru, Dusun Jaya Mukti, Dusun Neglasari, Dusun Cirawa, Dusun Mekar Jaya, Dusun Nagrak, Dusun Cikoranji dan Dusun Cigintung.
Mata pencaharian masyarakat Desa Cimindi adalah bertani, berdagang, PNS, buruh tani.
artikel ini akan saya lanjutkan bebrapa hari lagi insya Allah..
Desa Cimindi terdiri dari delapan dusun, yaitu Dusun Cibiru, Dusun Jaya Mukti, Dusun Neglasari, Dusun Cirawa, Dusun Mekar Jaya, Dusun Nagrak, Dusun Cikoranji dan Dusun Cigintung.
Mata pencaharian masyarakat Desa Cimindi adalah bertani, berdagang, PNS, buruh tani.
artikel ini akan saya lanjutkan bebrapa hari lagi insya Allah..
Selasa, 07 Juli 2009
Desa Cimindi Kecamatan Cigugur
Yakinlah sesungguhnya desa cimindi kecamatan cigugur memiliki banyak potensi yang bisa dikembangkan baik sumber daya alamnya maupun sumber daya mineral, jika potensi ini bisa dikembangkan dengan maksimal, bukan tidak mungkin desa cimindi akan menjadi desa yang maju dan unggul dalam berbagai bidang.
Sawah yang luas, hutan yang masih terjaga serta sumber air yang mengalir. bisa dimanfaatkan untuk kepentingan masyarakat. masyarakat desa cimindi baik yang tinggal di desa cimindi atau pun yang sedang merantau. Perlu menyatukan langkah dan bersama sama meggali dan mengembangkan segenap potensi yang dimiliki oleh desa cimindi kecamatan cigugur ini.
dalam artikel-artikel saya ke depan saya akan sampaikan beberapa hal yang bisa dijadikan rujukan dalam pengembangan desa cimindi, terutama di bidang pertanian dan perikanan. juga yang tak kalah pentingnya pendidikan masyarakat di bidang agama, supaya selamat dunia akhirat.
Sawah yang luas, hutan yang masih terjaga serta sumber air yang mengalir. bisa dimanfaatkan untuk kepentingan masyarakat. masyarakat desa cimindi baik yang tinggal di desa cimindi atau pun yang sedang merantau. Perlu menyatukan langkah dan bersama sama meggali dan mengembangkan segenap potensi yang dimiliki oleh desa cimindi kecamatan cigugur ini.
dalam artikel-artikel saya ke depan saya akan sampaikan beberapa hal yang bisa dijadikan rujukan dalam pengembangan desa cimindi, terutama di bidang pertanian dan perikanan. juga yang tak kalah pentingnya pendidikan masyarakat di bidang agama, supaya selamat dunia akhirat.
Langganan:
Postingan (Atom)
